Aku ngga tau apa yang terjadi,
Aku pun ngga tau apa rencana Tuhan di hidupku, setiap kali aku mencoba menjadi peramal tapi...... akhirnya berujung sebagai pecundang. Aku yang bukan siapa2 tp aku ingin bahagia seperti yang lain, entah kenapa semua menghilang satu persatu, tanpa pamit ... tanpa pesan.... tanpa parak ...
Saat mencoba membahagiakan semua orang, dan akhirnya malah aku yang membuat mereka sedih. Entah cara apa yang harus aku lakukan untuk membuat semuanya indah.
Ini bukan aku yang dulu, aku yang sekarang lemah, mudah menangis, mudah menyerah :(
aku benci diriku yang sekarang, aku ingin mati sebagai diriku yang sekarang dan aku ingin hidup menjadi diriku yang dulu.
Kenapa aku ga bisa bertahan sampai akhir ? kenapa hanya waktu yang menjadi teman, musuh, dan relasi ku.
bahkan untuk tersenyum pun itu tak semudah dulu, untuk menangis pun itu tak sesulit dulu.
Aku orang yang telah dan akan mati dengan semua keegoisan ku dan kehinaan ku di bumi ini, namun seperti terbelenggu menjadi daging di tubuh ku ini :'(
Aku ingin Tuhan memavkan ku setiap ku menutup mata atas kehinaan ku, aku yang selalu mengharapkan tp tak pernah melakukan hal penting dalam hidup ku.
Ayah dan Ibu adalah orang yang menjadi alasan ku bertahan hidup di dunia ini. Mereka yang walaupun telah memberikan kenangan buruk bagiku tapi memberikan cinta yang indah walaupun mereka tak pernah menyebutnya. Aku ingin jika ku mati dan melihat mereka tersenyum atas semua yang kulakukan. Aku akan berbuat apa pun untuk mereka,
Ibu , dya yang kadang menganggap ku tp aku yakin dya menjadikanku emas dihatinya. Ayah, yang senyum nya selalu tersembunyi tp aku tau kalau hatinya selalu tersenyum melihatku.
Aku ikhlas Tuhan, jika kau ambil kebahagiaan ku dan kuberikan untuk kedua orang tuaku. Aku ikhlas Tuhan mengambil nyawaku dan menggantinya dengan umur panjang untuk orang tuaku. AKU IKHLAS :)
Aku pun ngga tau apa rencana Tuhan di hidupku, setiap kali aku mencoba menjadi peramal tapi...... akhirnya berujung sebagai pecundang. Aku yang bukan siapa2 tp aku ingin bahagia seperti yang lain, entah kenapa semua menghilang satu persatu, tanpa pamit ... tanpa pesan.... tanpa parak ...
Saat mencoba membahagiakan semua orang, dan akhirnya malah aku yang membuat mereka sedih. Entah cara apa yang harus aku lakukan untuk membuat semuanya indah.
Ini bukan aku yang dulu, aku yang sekarang lemah, mudah menangis, mudah menyerah :(
aku benci diriku yang sekarang, aku ingin mati sebagai diriku yang sekarang dan aku ingin hidup menjadi diriku yang dulu.
Kenapa aku ga bisa bertahan sampai akhir ? kenapa hanya waktu yang menjadi teman, musuh, dan relasi ku.
bahkan untuk tersenyum pun itu tak semudah dulu, untuk menangis pun itu tak sesulit dulu.
Aku orang yang telah dan akan mati dengan semua keegoisan ku dan kehinaan ku di bumi ini, namun seperti terbelenggu menjadi daging di tubuh ku ini :'(
Aku ingin Tuhan memavkan ku setiap ku menutup mata atas kehinaan ku, aku yang selalu mengharapkan tp tak pernah melakukan hal penting dalam hidup ku.
Ayah dan Ibu adalah orang yang menjadi alasan ku bertahan hidup di dunia ini. Mereka yang walaupun telah memberikan kenangan buruk bagiku tapi memberikan cinta yang indah walaupun mereka tak pernah menyebutnya. Aku ingin jika ku mati dan melihat mereka tersenyum atas semua yang kulakukan. Aku akan berbuat apa pun untuk mereka,
Ibu , dya yang kadang menganggap ku tp aku yakin dya menjadikanku emas dihatinya. Ayah, yang senyum nya selalu tersembunyi tp aku tau kalau hatinya selalu tersenyum melihatku.
Aku ikhlas Tuhan, jika kau ambil kebahagiaan ku dan kuberikan untuk kedua orang tuaku. Aku ikhlas Tuhan mengambil nyawaku dan menggantinya dengan umur panjang untuk orang tuaku. AKU IKHLAS :)

0 komentar:
Post a Comment