Showing posts with label Stupidity girl. Show all posts
Showing posts with label Stupidity girl. Show all posts

Saturday, May 5, 2012

Kecewa tiada kesan

Cinta tak lagi bersinar,
tak lagi berembun,
membasahi, menerangi lampu yg telah mati,

terbawa arus, tenggelam di dasar laut paling dalam, bagai tiada kekuatan ia mati ..

Galau, galau, galau,
apa yang ia rasakan sekarag dan selamanya?
Wanita bodoh dengan baju berlumuran darah menyertai kisahnya melambang jauh ke angkasa ..

Tiada senyum, bukan duka,
tiada cinta, bukan pengemis ,
tiada sapa, bukan sombong bibirnya,
tiada, tiada, tiada, hanya tiada yang ia rasakan. tak pernah bertutur bagai matahari tersenyum sengat.

Itulah aku, inilah aku, dsinilah aku,
tak tertepi, tak berujung hati mengikrarkan harapan. harapan agar si yang dicinta dapat kembali, kembali datang dan terbang bersama ..

Harapan itu sirna, harapan itu tak 'kan pernah ada, harapan itu hanya polemik di fikrannya ..
Menunggu di sini, terbelenggu rantai berwarna merah muda ..

Kenapa? kenapa? kenapa?
Sang pemilik hati tak pernah merasakan hembusan nafasnya, getaran jiwanya, dentakan denyut nadinya .,
tak kau lihat lagikah luka itu, kau dengan bangganya menjadi emas!
Tapi kenapa kau tak jadi plester untuk ku? apa harus aku mati di perapian ini? apa harus kutusuk jantungku dengan pisau ini?

Sesungguhnya aku kecewa, kau tau itu, kau camkan itu

aku tak pernah takut kehilangan dirimu, aku tak pernah takut untuk melupakanmu, tapi yang aku takut cintamu yang sempat terucap pergi bersama hembusan angin di padang pasir,

duduk, diam, merenung, menangis ,,
akh, buat apa kuungkapkan semua?
Apa kau akan rasakan?
Ternyata cinta hanya pembodohan saja ..
Sama seperti aku...

Friday, May 4, 2012

Angin bertemu Bintang

Saat pertama bertemu bintang
bukan tanya kuucapkan o.O
Saat kau berjalan didepanku
bukan sapa ku bilang
Saat kau menatapku perlahan
bukan nada kudendangkan

Dan aku tak hanya diam terpaku
Memandangi bintang terdiam
Tersenyum pun ku takut
hanya kata-kata tersembunyi
ku ucapkan lewat hembusan nafas
Betapa dan begitu sangat

Entah rasa apa ini dinamakan
Selalu saja aku terdiam terpaku
aku Angin dan kau Bintang
berbeda dan tak mungkin
Lalu apakah aku hanya pemimpi ??

Tapi entah mengapa rasa ini
tak bisa hilang dan terkubur abadi
Rasa ini pun naik dan terus naik
Merasuk ke dalam pikiranku
hmmmpp, Bintang lalu bagaimana episode selanjutnya ??