Ideologi berasal dari dua kata Yunani, yakni idion atau idea dan loga. Idion “melihat” dan idea “gagasan atau buah pikiran”. Sementara itu kata logika berarti”ajaran”. Dengan demikian, ideologi dimengerti sebagai ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran.
Pengertian ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan,ide,keyakinan dan kepercayaan yang sistematis yang mengarah pada tingkah laku seseorang dalam berbagai kehidupan.
Bangsa Indonesia memiliki pancasila sebagai pedoman hidup bersama merupakan hasil pemikiran para pendiri bangsa dan Negara. Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai kehidupan bangsa dan dirumuskan menjadi dasar Negara dan pandangan hidup bangsa.
Ideologi suatu Negara memiliki ciri atau karakteristik yang khas, yakni memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Selain itu, ideologi suatu Negara juga mewujudkan suatu asas kerohanian pandangan dunia, pandangan hidup yang harus dipelihara, dikembangkan,diamalkan,dilestarikan kepada generasi muda penerus bangsa,diperjuangkan dan dipertahankan.
Nilai-nilai luhur pancasila tidak lain adalah nilai-nilai kerohanian bangsa negara itu sendiri. Disebut sebagai nilai-nilai kerohanian karena nilai-nilai tersebut tidak tampak tatapi nyata dalam hidup dan dipraktikkan dalam tingkah laku sehari-hari.
A. Pancasila sebagai ideologi negara
Ideologi pada umumnya dirumuskan dari keyakinan dan pandangan hidup, baik yang bersumber dari agama maupun dari falsafah hidup. Ideologi yang berasal dari agama misalnya ideologi Islam atau ideologi Kristen sedangkan ideologi yang berdasarkan falsafah hidup, biasanya berlaku untuk partai politik,kelas masyarakat maupun bangsa bersangkutan.
Pengertian ideologi mengandung tiga unsur, yaitu:
1. Interpretasi, yaitu adanya suatu penafsiran terhadap kenyataan dan realitas.
2. Preskipsi, yaitu setiap ideologi memuat seperangkat nilai atau suatu ketemtuan moral.
3. Program aksi, yaitu ideologi memuat suatu orientasi pada tindakan.
Dengan memperhatikan pengertian dan unsur-unsur ideologi tersebuat diatas dapat dikatakan bahwa ideologi mencakup pandangan hidup yang disertai dengan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan dan sudah menjadi milik kelompok atau bangsa tertentu.
Dengan demikian dalam ideologi terkandung tiga komponen dasar, yaitu:
a. Keyakinan hidup, yakni konsepsi yang menyeluruh tentang kehidupan dan alam semesta. Konsepsi ini memuat keyakinan dasar, yaitu yang menyangkut hakikat diri pribadi, hubungan diri pribadi dengan sesama dan hubungan diri pribadi dengan Tuhan.
b. Tujuan hidup, yakni konsepsi tentang cita-cita hidup yang diinginkan.
c. Cara-cara yang dipilih untuk mencapai tujuan hidup, termasuk juga didalamnya berbagai macam institusi (lembaga), program aksi dll.
Pancasila telah memenuhi unsur-unsur tersebut diatas sehingga pancasila dapat dikatakan sebagai suatu ideologi. Unsur keyakinan hidup dalam pancasila tercermin pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradap dan Persatuan Indonesia. Bangsa Indonesia merumuskan tujuan hidupnya dalam sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan hidup yang sangat mulia itu tentunya harus diperjuangan dengan segala pengorbanan dengan cara-cara yang efektif. Cara-cara yang digunakan untuk mewujudkan sila kelima adalah melalui sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Dalam sila inilah tercermin makna demokrasi. Dengan prinsip demokrasi, tujuan hidup bangsa dan negara akan berusaha untuk diwujudkan.
Pancasila adalah landasan atau dasar negara yang mengatur seluruh kehidupan berbangsan dan bernegara baik dipusat maupun didaerah. Beberapa fungsi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dspat dikemukakan di bawah ini.
1. Pancasila sebagai dasar negara
2. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum
3. Pancasila sebagai Tata Urutan Perundangan
4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
5. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
6. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
7. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
8. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
9. Pancasila sebagai idiologi negara
10. Pancasila sebagai paradigma pembangunan
B. Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila sebagai ideologi tidak tertutup terhadap perubahan-perubahan yang mungkin terjadi di era globalisasi dan informasi. Oleh karena itu pancasila merupakan ideologi terbuka, dalam arti terbuka terhadap tuntutan perubahan dan perkembangan zaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka ditunjukkan dengan memenuhi persyaratan tiga dimensi, yaitu:
1. Dimensi realita. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi pancasila bersumber pada kenyataan hidup yang ada pada masyarakat Indonesia.
2. Dimensi idealisme. Dimensi ini mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Dimensi fleksibilitas. Dimensi ini mencerminkan kemampuan suatu ideologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat.
Ideologi terbuka merupakan gagasan atau pemikiran yang bersifat terbuka dan ideologi tertutup memiliki gagasan atau pemikiran yang bersifat tertutup.
Beberapa sifat atau karakteristik dasar dari ideologi terbuka dan tertutup dapat diberikan secara singkat dibawah ini:
1. Ideologi tertutup memiliki ciri-ciri atau karakteristik utama sebagai berikut.
a. Gagasan atau pemikiransistematis dalam ideologi ini merupakan cita-cita atau keinginan sekelompok orang untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat.
b. Individu atau setiap orang yang ada dalam masyarakat tersebut harus mengikuti cita-cita kelompok ini. Bahkan ketika kelompok menuntut pengorbanan individu, tuntutan itu harus dipenuhi.
c. Siapa saja yang membangkang atau melawan ideologi kelompok masyarakat atau negara harus ditindak dengan tegas.
d. Ideologi wajib diajarkan secara indoktrinasi di sekolah-sekolah dan tidak boleh ada ideologi lain.
e. Dalam masyarakat kadang-kadang muncul kelompok elit tertentu yang mengklain diri sebagai penjaga kemurnian ideologi.
f. Ideologi yang tertutup biasanya menolak segala perubahan karena marasa sudah cukup pada dirinya.
2. Ideologi terbuka memiliki ciri-ciri atau karakteristik utama sebagai berikut.
a. Nilai yang terkandung dalam idiologi terbuka biasanya berasal dari nilai-nilai dan norma-norma masyarakat setempat.
b. Tidak ada kelompok mayolitas atau minoritas tertentu yang memaksakan nilai-nilai yang dianutnya untuk diberlakukan secara umum dalam sebuah masyarakat atau negara.
c. Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi terbuka bersifat umum (universal).
d. Menguraikan nilai yang sifatnya umum menjadiu ajaran-ajaran yang kongkret dan operasional tidak mengadi monopolikelompok tertentu atau pengasa.
e. Ideologi yang bersifat terbuka diajarkan kepada warga masyarakat secara terbuka.
f. Ideologi terbuka menghargai kebebasan dan harga diri atau martabat warga negara.
Pancasila adalah ideologi terbuka dan harus menjadi ideologi terbuka. Salah satu kenyataan sejarah yang menunjukkan sifat Pancasila yang terbuka adalah kesediaan para perumus Pancasila dan pendiri bangsa Indonesia menghapus “tujuh kata” dalam sila pertama Pancasila sebagaimana terdapat dalam Piagam Jakarta untuk mencegah terjadinya perpecahan bangsa. Konsesus politik ini jelas menunjukan nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri yang terbuka dalam keanekaragaman sosial, yang tidak memaksakan kehendak, yang bersedia hidup dsn bekerjasama dengan siapa saja di Kepulauan Nusantara yang kita cinta ini.
Ketika negara Indonesia mengalami tantangan dan ancaman kehancuran karena ideologi komunisme yang diusung Partai Komunis Indonesia(PKI), Pancasila sekali lagi menunjukan diri sebagai ideologi yang terbuka. Pada waktu ityu segenap masyarakat Indonesia sungguh menyadari bahwa ideologi komunisme bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dianut masyarakat sejak zaman dahulu kala. Nilai-nilai luhur tersebut sekarang terejawantah dalam sila-sila pancasila. Karena itu, tekat dan semangat memerangi komunisme yang didorong oleh keinginan menegakan nilai-nilai luhur bangsa sekaligus merupakan tekat dan upaya menegakkan Pancasila itu sendiri.
Negara dan bangsa Indonesia berada dalam perubahan dunia yang terus-menerus. Karena itu, dibutuhkan dasar negara sebagai pandangan hidup yang terbuka kepada perubahan zaman. Pancasila adalah ideologi terbuka yang mampu menjawab segala perubahan yang sedang terjadi. Hanya dengan demikian, Pancasila menegaskan ekstensinya sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang tidak lekang dimakan zaman.
Membandingkan ideologi Pancasila dengan ideologi lain.
Sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa. Pancasila memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan ideologi-ideologi lain. Bung Karno sebagai pengusul rumusan Pancasila sendiri sudah menegaskan dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, bahwa pancasila memang unggul di bandingkan ideologi lainnya karena merupakan dasar dari sebuah negara di mana semua warga masyarakat bisa hidup bersama secara damai dan sejahtera.
Pengertian ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan,ide,keyakinan dan kepercayaan yang sistematis yang mengarah pada tingkah laku seseorang dalam berbagai kehidupan.
Bangsa Indonesia memiliki pancasila sebagai pedoman hidup bersama merupakan hasil pemikiran para pendiri bangsa dan Negara. Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai kehidupan bangsa dan dirumuskan menjadi dasar Negara dan pandangan hidup bangsa.
Ideologi suatu Negara memiliki ciri atau karakteristik yang khas, yakni memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Selain itu, ideologi suatu Negara juga mewujudkan suatu asas kerohanian pandangan dunia, pandangan hidup yang harus dipelihara, dikembangkan,diamalkan,dilestarikan kepada generasi muda penerus bangsa,diperjuangkan dan dipertahankan.
Nilai-nilai luhur pancasila tidak lain adalah nilai-nilai kerohanian bangsa negara itu sendiri. Disebut sebagai nilai-nilai kerohanian karena nilai-nilai tersebut tidak tampak tatapi nyata dalam hidup dan dipraktikkan dalam tingkah laku sehari-hari.
A. Pancasila sebagai ideologi negara
Ideologi pada umumnya dirumuskan dari keyakinan dan pandangan hidup, baik yang bersumber dari agama maupun dari falsafah hidup. Ideologi yang berasal dari agama misalnya ideologi Islam atau ideologi Kristen sedangkan ideologi yang berdasarkan falsafah hidup, biasanya berlaku untuk partai politik,kelas masyarakat maupun bangsa bersangkutan.
Pengertian ideologi mengandung tiga unsur, yaitu:
1. Interpretasi, yaitu adanya suatu penafsiran terhadap kenyataan dan realitas.
2. Preskipsi, yaitu setiap ideologi memuat seperangkat nilai atau suatu ketemtuan moral.
3. Program aksi, yaitu ideologi memuat suatu orientasi pada tindakan.
Dengan memperhatikan pengertian dan unsur-unsur ideologi tersebuat diatas dapat dikatakan bahwa ideologi mencakup pandangan hidup yang disertai dengan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan dan sudah menjadi milik kelompok atau bangsa tertentu.
Dengan demikian dalam ideologi terkandung tiga komponen dasar, yaitu:
a. Keyakinan hidup, yakni konsepsi yang menyeluruh tentang kehidupan dan alam semesta. Konsepsi ini memuat keyakinan dasar, yaitu yang menyangkut hakikat diri pribadi, hubungan diri pribadi dengan sesama dan hubungan diri pribadi dengan Tuhan.
b. Tujuan hidup, yakni konsepsi tentang cita-cita hidup yang diinginkan.
c. Cara-cara yang dipilih untuk mencapai tujuan hidup, termasuk juga didalamnya berbagai macam institusi (lembaga), program aksi dll.
Pancasila telah memenuhi unsur-unsur tersebut diatas sehingga pancasila dapat dikatakan sebagai suatu ideologi. Unsur keyakinan hidup dalam pancasila tercermin pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradap dan Persatuan Indonesia. Bangsa Indonesia merumuskan tujuan hidupnya dalam sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan hidup yang sangat mulia itu tentunya harus diperjuangan dengan segala pengorbanan dengan cara-cara yang efektif. Cara-cara yang digunakan untuk mewujudkan sila kelima adalah melalui sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Dalam sila inilah tercermin makna demokrasi. Dengan prinsip demokrasi, tujuan hidup bangsa dan negara akan berusaha untuk diwujudkan.
Pancasila adalah landasan atau dasar negara yang mengatur seluruh kehidupan berbangsan dan bernegara baik dipusat maupun didaerah. Beberapa fungsi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dspat dikemukakan di bawah ini.
1. Pancasila sebagai dasar negara
2. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum
3. Pancasila sebagai Tata Urutan Perundangan
4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
5. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
6. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
7. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
8. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
9. Pancasila sebagai idiologi negara
10. Pancasila sebagai paradigma pembangunan
B. Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila sebagai ideologi tidak tertutup terhadap perubahan-perubahan yang mungkin terjadi di era globalisasi dan informasi. Oleh karena itu pancasila merupakan ideologi terbuka, dalam arti terbuka terhadap tuntutan perubahan dan perkembangan zaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka ditunjukkan dengan memenuhi persyaratan tiga dimensi, yaitu:
1. Dimensi realita. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi pancasila bersumber pada kenyataan hidup yang ada pada masyarakat Indonesia.
2. Dimensi idealisme. Dimensi ini mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Dimensi fleksibilitas. Dimensi ini mencerminkan kemampuan suatu ideologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat.
Ideologi terbuka merupakan gagasan atau pemikiran yang bersifat terbuka dan ideologi tertutup memiliki gagasan atau pemikiran yang bersifat tertutup.
Beberapa sifat atau karakteristik dasar dari ideologi terbuka dan tertutup dapat diberikan secara singkat dibawah ini:
1. Ideologi tertutup memiliki ciri-ciri atau karakteristik utama sebagai berikut.
a. Gagasan atau pemikiransistematis dalam ideologi ini merupakan cita-cita atau keinginan sekelompok orang untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat.
b. Individu atau setiap orang yang ada dalam masyarakat tersebut harus mengikuti cita-cita kelompok ini. Bahkan ketika kelompok menuntut pengorbanan individu, tuntutan itu harus dipenuhi.
c. Siapa saja yang membangkang atau melawan ideologi kelompok masyarakat atau negara harus ditindak dengan tegas.
d. Ideologi wajib diajarkan secara indoktrinasi di sekolah-sekolah dan tidak boleh ada ideologi lain.
e. Dalam masyarakat kadang-kadang muncul kelompok elit tertentu yang mengklain diri sebagai penjaga kemurnian ideologi.
f. Ideologi yang tertutup biasanya menolak segala perubahan karena marasa sudah cukup pada dirinya.
2. Ideologi terbuka memiliki ciri-ciri atau karakteristik utama sebagai berikut.
a. Nilai yang terkandung dalam idiologi terbuka biasanya berasal dari nilai-nilai dan norma-norma masyarakat setempat.
b. Tidak ada kelompok mayolitas atau minoritas tertentu yang memaksakan nilai-nilai yang dianutnya untuk diberlakukan secara umum dalam sebuah masyarakat atau negara.
c. Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi terbuka bersifat umum (universal).
d. Menguraikan nilai yang sifatnya umum menjadiu ajaran-ajaran yang kongkret dan operasional tidak mengadi monopolikelompok tertentu atau pengasa.
e. Ideologi yang bersifat terbuka diajarkan kepada warga masyarakat secara terbuka.
f. Ideologi terbuka menghargai kebebasan dan harga diri atau martabat warga negara.
Pancasila adalah ideologi terbuka dan harus menjadi ideologi terbuka. Salah satu kenyataan sejarah yang menunjukkan sifat Pancasila yang terbuka adalah kesediaan para perumus Pancasila dan pendiri bangsa Indonesia menghapus “tujuh kata” dalam sila pertama Pancasila sebagaimana terdapat dalam Piagam Jakarta untuk mencegah terjadinya perpecahan bangsa. Konsesus politik ini jelas menunjukan nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri yang terbuka dalam keanekaragaman sosial, yang tidak memaksakan kehendak, yang bersedia hidup dsn bekerjasama dengan siapa saja di Kepulauan Nusantara yang kita cinta ini.
Ketika negara Indonesia mengalami tantangan dan ancaman kehancuran karena ideologi komunisme yang diusung Partai Komunis Indonesia(PKI), Pancasila sekali lagi menunjukan diri sebagai ideologi yang terbuka. Pada waktu ityu segenap masyarakat Indonesia sungguh menyadari bahwa ideologi komunisme bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dianut masyarakat sejak zaman dahulu kala. Nilai-nilai luhur tersebut sekarang terejawantah dalam sila-sila pancasila. Karena itu, tekat dan semangat memerangi komunisme yang didorong oleh keinginan menegakan nilai-nilai luhur bangsa sekaligus merupakan tekat dan upaya menegakkan Pancasila itu sendiri.
Negara dan bangsa Indonesia berada dalam perubahan dunia yang terus-menerus. Karena itu, dibutuhkan dasar negara sebagai pandangan hidup yang terbuka kepada perubahan zaman. Pancasila adalah ideologi terbuka yang mampu menjawab segala perubahan yang sedang terjadi. Hanya dengan demikian, Pancasila menegaskan ekstensinya sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang tidak lekang dimakan zaman.
Membandingkan ideologi Pancasila dengan ideologi lain.
Sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa. Pancasila memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan ideologi-ideologi lain. Bung Karno sebagai pengusul rumusan Pancasila sendiri sudah menegaskan dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, bahwa pancasila memang unggul di bandingkan ideologi lainnya karena merupakan dasar dari sebuah negara di mana semua warga masyarakat bisa hidup bersama secara damai dan sejahtera.

2 komentar:
Sila ke 3 masuk dalam kompenen yg mana ? Tujuan atau cara mencapai tujuan ? Terimakasih
unsur keyakinan dan cara mencapai tujuan :)
Post a Comment